SKRIPSI 2017
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI (Di Desa Jatirejo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk)
File Attachment
Relaksasi otot progresif merupakan terapi non farmakologis untuk merilekskan otot sehingga menurunkan tekanan darah.Namun, masih banyak masyarakat berupaya menurunkan tekanan darahnya hanya menggunakan obat antihipertensi tanpa melakukan terapi non farmakologis yang mudah dilakukan dan lebih aman. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi.rnDesain penelitian Quasi Experiment dengan metode NonEquivalent Control Group Design, pada tanggal 20-27 Maret 2017.Populasi 36 orang.Teknik pengambilan sampling Purposive Sampling, sampel 20 responden.Variabel independent: relaksasi otot progresifdan variabel dependent: tekanan darah. Data diobservasi menggunakan instrumen sphygmomanometer.Analisa data: Paired Sample T-Test danIndependent Sample T-Testdengan α=0,05.rnTekanan darah sebelum (kelompok perlakuan) paling tinggi 180/120mmHg dan paling rendah 150/90mmHg, tekanan darah setelah paling tinggi 160/80mmHg dan paling rendah 130/70mmHg.Tekanan darah sebelum (kelompok kontrol) paling tinggi 180/100mmHg dan paling rendah 150/90mmHg, tekanan darah setelah paling tinggi 180/100mmHg dan paling rendah 150/110mmHg. Hasil uji statistik Paired Sample T-Testtekanan darah (kelompok perlakuan)sistolik p-value(0,000)≤ɑ(0,05)dan diastolik p-value(0,001)≤ɑ(0,05), (kelompok kontrol) sistolik p-value(0,132)>ɑ(0,05) dan diastolik p-value(0,111)>ɑ(0,05) dan hasil uji statistik Independent Sample T-Testp-value(0,000)≤ α(0,05),maka H1 diterima.rnBerdasarkan penelitian ini, tekanan darah setelah penelitian (kelompok perlakuan) seluruhnya responden (10) menurun, sedangkan sebagian besar (kelompok kontrol)6 responden meningkat. Relaksasi otot progresif dapat dimanfaatkan sebagai terapi alternative untuk mengurangi tekanan darah, mudah dilakukan dirumah, serta hemat biaya.rn
